Photo

BI dan OJK raih Penghargaan KPK Dari Penerapan Anti Gratifikasi

by Wida Yodik

PT Bank Indonesia (Persero) Tbk (BI) dan Otoritas jasa Keuangan (OJK) meraih penghargaan dari Komiis Pemberantasan Korupsi (KPK). Bank Indonesia (BI) mendapatkan penghargaan untuk penilaian kepatuhan didalam pengendalian Gratifikasi / korupsi. Sedangkan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mendapatkan penghargaan dari penilaian dan pengelolaan Laporan Harga Kekayaan Pengelenggara Negara (LHKPN) 2017.

Ahmad Hidayat, Anggota Dewan Komisioner OJK dalam Bidang Audit Internal dan Manajemen Resiko mengatakan bahwa, pihak OJK sudah sangat berkomitmen untuk menerapkan tata kelola yang baik anti gratifikasi, sehingga dapat menjadi cerminan dari industri jasa keuangan lainnya.

Ahmad Hidayat juga menambahkan bahwa, pihak OJK telah menerapkan program anti gratifikasi dengan pembentukan unit pengendalian serta pencegahan gratifikasi terjadi.Pihak OJK memiliki sebuah sistem internal sendiri bernama Whistle Blowing System (WBS) yang dapat menindaklanjuti seluruh laporan yang terdeteksi terjadi pelanggaran yang dilakukan oleh pihak Internal OJK.

Selain itu, kewajiban pelaporan LHKPN tidak hanya diwajibkan bagi para petinggi OJK saja, namun mulai dari level staff hingga pimpinan harus melaporkan wajib pajak LHKPN nya sesuai dengan ketentuan KPK yang berlaku.

Seluruh karyawan OJK sangat peduli dengan penerapan kebiasaan anti gratifikasi / anti korupsi, serta lebih mementingkan kepentingan perusahaan dalam setiap tugasnya. OJK juga sudah berkomitmen bahwa pihaknya akan menjadi salah satu otoritas yang memiliki kredibilitas dan kapabilitas yang tinggi, guna membantu kemajuan ekonomi dan industri jasa keuangan.

OJK sudah menerima penghargaan ini pada tahun sebelumnya juga, dan menurut mereka penghargaan seperti ini akan menjadi semangat tersendiri bagi mereka untuk terus menerapkan sistem kinerja yang bersih, aman, dan tanpa korupsi sedikitpun. Sehingga, pelayanan industri kepada para masyarakat lebih maksimal.

Related Articles