Photo

Ekonomi RI Pada Pemerintahan Jokowi Tidak Bisa Disamakan Dengan Pemerintahan Orde Baru

by Wida Yodik

Damin Naution, Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian, beberapa hari terakhir menjadi sorotan publik karena mengungkapkan sesuatu yang tidak biasa. Darmin mengungkapkan bahwa Pengelolaan Ekonomi RI pada masa Pemerintahan Jokowi tidak bisa disamakan dengan Pemerintahan Orde Baru.  Menurutnya, pemerintahan Order baru terlalu terburu-buru dalam menggenjot angka pertumbuhan ekonomi Indonesia pada masa itu, apalagi pertumbuhan tersebut tidak diiringi dengan perbaikan indikator makro ekonomi vital yang lainnya.

Hal tersebut berdampak pada Overheating dalam ekonomi seperti yang kerap terjadi pada masa-masa orde baru, karena pertumbuhan ekonomi yang pesat selalu di iringi oleh impor yang semakin tinggi juga. Damin menambahkan, Jika impor lebih tinggi dari ekspor, yang terjadi adalah Currenct Account Defict (CAD) atau defisit transaksi berjalan. Defisit inilah yang kemudian disebut sebagai Overheating.

Selain itu, dampak selanjutnya adalah Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) juga mengalami Overheating, yang akan menyebabkan biaya proyek-proyek yang memiliki masa depan bagus justru dipangkas.

Sedangkan untuk pemerintahan Joko Widodo dan Jusuf Kalla saat ini, bisa dibilang tidak terlalu terburu-buru. Karena selain berusaha untuk tetap meningkatkan perekonomian Indonesia, pihak pemerintah juga tetap memperhatikan cara-cara yang akan digunakan untuk membuat ekonomi Indonesia menjadi semakin stabil, namun tidak disertai dengan impor yang naik.

Ada beberapa kelompok industri yang sengaja di rawat dengan baik oleh pemerintahan Jokowi-JK saat ini, yaitu Industri Besi dan Baja, Petrokimia, serta Industri Basic Capital. Beberapa Industri tersebut dapat menjaga agar angka impor indonesia tetap bisa ditekan.

Rencana pemerintahan Jokowi-JK untuk mempertahankan ketiga Industri diatas adalah :

  • Kerjasama perusahaan besar dari Korea, Cosco, dengan Krakatau Steel.
  • Dorongan kepada para Investor agar ber-Investasi pada Industri Petrokimia yang saat ini sudah mencakup plastik, polyster, farmasi dan lain sebagainya.
  • Kerjasama BPJS dengan Industri Basic Capital (Produk Farmasi).

Related Articles