Photo

Sri Mulyani : Beberapa Daerah Masih Mendapatkan Rapor Merah Pengelolaan APBD 2017

by Wida Yodik

Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati mengatakan bahwa, pihaknya telah melakukan evaluasi secara menyeluruh terhadap pelaksanaan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) tahun 2017. Dari hasil analisis dan evaluasinya, Sri Mulyani mengambil kesimpulan bahwa masih banyak daerah yang tidak bisa menerapkan pengelolaan APBD dengan baik.

Dia menambahkan, beberapa pemerintah daerah tahun 2017 ini belum bisa meningkatkan tingkat Penerimaan Asli Daerah (PAD). Rapor Merah tersebut diberikan karena sampai saat ini banyak daerah yang belum bisa mandiri pada pengelolaan dananya, dan hanya tergantung pada dana yang ditransfer pemerintah pusat ke daerah.

Dari Evaluasi tersebut bisa disimpulkan, Daerah Provinsi (46,6%) masih tergantung dengan transfer dana pemerintah, Kabupaten dan Kota sebesar 66,4%. Ironisnya, PAD yang didapatkan tingkat kabupaten dan kota hanya 6,6% saja, dari sini bisa dilihat ketidak seimbangan antara APBD dan PAD yang berbeda 10 kali lipatnya.

Selain itu yang membuat lebih parah adalah, APBD digunakan untuk mayoritas belanja kebutuhan pegawai saja, sebesar 37% APBD digunakan untuk belanja pegawai, sementara hanya 20% saja yang digunakan untuk belanja modal, apalagi belanja modal juga masih tergantung dari Dana Alokasi Khusus (DAK) fisik.

Sri Mulyani, Mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia ini pun melanjutkan penuturannya bahwa, desain dari perbelanjaan di daerah sampai saat ini juga masih sangat menghkhawatirkan. Daerah-daerah sudah membuat lebih dari 19.500 program yang hanya memiliki satu tujuan saja, yaitu membuat masyarakat adil dan makmur.

Bisa dibayangkan jika program yang sedikit saja sudah membuat pusing, apalagi ada puluhan ribu program yang berjalan dan hanya memiliki satu tujuan. Secara keseluruhan program-program tersebut tidak bisa berfokus dan hanya menghambur-hamburkan APBD saja.

Related Articles