Photo

Holding BUMN Pertambangan Akhirnya Resmi Terbentuk

by Wida Yodik

Setelah melalui proses yang lumayan panjang, akhirnya pada hari Senin (27/11), Akte Inbreng di teken dan sekaligus membuat Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) berhasil membuat Holding BUMN Sektor Pertambangan secara resmi.

Pada hari itu, tiga perusahaan BUMN tambang yang direncanakan akah bergabung dengan Holding BUMN Pertambangan telah berhasil melakukan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) dengan mendapatkan persetujuan mengenai rencana tersebut.

Melihat hasil dari RUPSLB tersebut, akhirnya tiga perusahaan BUMN, yaitu PT Amtam Tbk (ANTAM), PT Timah Tbk (TINS) serta PT Bukit Asam Tbk (PTBA) menyetujui rencana perubahan status Perseroan, dari Persero menjadi Non-Persero,serta perubahan Anggaran Dasar Perseroan yaitu Penambahan penyertaan Modal Negara RI ke dalam Saham PT Inalum (Persero).

Budi Gunadi Sadikin, Direktur Utama PT Inalum (Persero), pada saat menghadiri konferensi pers di Hotel Borobudur mengatakan bahwa “Holding BUMN Pertambangan secara sah terbentuk. Anggotanya adalah Anta, Timah dan Bukit Asam. Kami berempat telah bergabung dan menjadi saudara dengan tekad kerja sama. Kami berharap nantinya bisa menjadi Industri Pertambangan Indonesia yang dapat setara dengan pertambangan besar lain kelas dunia global”.

Menurut PP 47/2017, tentang Penambahan Penyertaan Modal Negara RI kedalam Saham PT Inalum Persero, sebanyak 15.619.999.000 saham dengan seri B milik negara di ANTAM telah dialihkan kepada PT Inalum sebagai tambahan penyertaan modal negara. Dengan begitu Saham Seri B ANTAM sebesar 65% akan dimiliki Inalum, sedangkan publik memiliki 35% nya. Sedangkan Saham Seri A ANTAM yang merupakan saham pengendali tetap milik negara.

Arie Prabowo Ariotedjo, Direktur Utama ANTAM mengatakan bahwa, Holding BUMN Pertambangan akan sangat bermanfaat bagi ANTAM, karena posisi perusahaan akan menjadi lebih kuat dalam rangka menciptakan nilai tambah serta optimasi cadangan mineral. Apalagi, nantinya semua PT yang bergabung dengan Inalum akan dapat menjalankan strategi investasi, eksplorasi serta pengembangan dan penelitian secara bebas tanpa proses keputusan dari pemerintah, yang biasanya memakan waktu terlalu lama.

Related Articles