Photo

Indonesia Perlu Waspadai Dampak Dari Ketegangan AS-Korut

by Wida Yodik

Menurut Menteri Keuangan (Mekeu) Sri Mulyani Indrawati mengungkapkan pendapatnya bahwa, ketegangan yang terjadi antara Amerika Serikat (AS) dan Korea Utara (Korut) bisa saja menjadi salah satu kondisi eksternal yang bisa mempengaruhi pertumbuhan ekonomi di Indonesia.

Dia mengungkapkan bahwa, dalam enam bulan terakhir, ketegangan antara Presiden AS Donald Trump dan Pemimpin Korea Utama Kim Jong Un sangat menyita perhatian dari seluruh dunia, terutama negara besar Asia seperti China dan Jepang.

Menurutnya, jika kedua negara produsen besar di dunia tersebut ikut terkena dampak atas ketegangan yang terjadi di AS-Korut, maka seluruh dunia akan turut merasakan pengaruhnya.

Sri Mulyani mengungkapkan pendapatnya dalam Seminar Nasional Political Economic Outlook 2018, yang bertempat di Hotel Shangri-La, Jakarta (22/11), “Memang sampai saat ini belum pernah terjadi Proximity ketegangan internasional di dekat Indonesia maupun Asia. Namun, dalam enam bulan terakhir, perselisihan Donald Trump Vs Kim Jong Un harus diwaspadai oleh negara Mesin Asia seperti China dan Jepang”.

Selain itu, pemerintah juga terus memonitoring pergerakan suku bunga di negara-negara maju. Khususnya pergerakan suku bunga dari The Federal Reserve (Bank Sentral Amerika Serikat).

Dampak dari perselisihan tersebut membuat The Fed harus melakukan Extra Ordinary Policy dalam satu dekade ini. Akibatnya, Monetary Easing akan di normalisasi dan suku bunga akan terus meningkat.

Mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia itu menambahkan, perubahan iklim dunia dan perubahan ekonomi di Jepang dan China juga ikut menjadi perhatian pemerintah, apalagi jika hal buruk terjadi pada kedua negara produsen Asia tersebut bisa saja membuat ekonomi Indonesia tergerus.

Untuk sementara ini, yang jadi perhatian pusat pemerintah adalah Ekonomi China yang saat ini terus melakukan rebalancing, sehingga ekses spill over-nya akan berdampak diseluruh dunia.

Related Articles