Photo

PLN Ingin Kuasai Tambang Batu Bara

by Wida Yodik

PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) (Persero) memiliki rencana untuk menambah bisnis di sektor pertambangan batu bara, langkah tersebut mereka lakukan dengan tujuan agar kedepannya PLN tidak bergantung kepada pihak manapun dalam menyediakan ketersediaan energi di masa mendatang. Karena Sampai saat ini, PLN masih bergantung pada pihak lain dalam menyediakan cadangan energi, seperti kepada pertambangan batu bara.

Sofyan Basir, Direktur Utama PLN, menjelaskan bahwa kunjungannya ke hulu bukan tanpa alasan. Kebanyak pihak pasti mempertanyakan untuk apa PLN ke hulu yang bukan merupakan ranah bisnisnya. Ia menambahkan, jika semua pembangkit listrik beroperasi selama lima tahun kedepan, PLN akan membutuhkan paling tidak 140-150 juta ton batu bara per tahun. Untuk itu, PLN mau tidak mau harus menguasai tambang batu bara, agar tidak selalu bergantung kepada pebisnis lain yang notabene tetap mencari keuntungan yang lebih besar. Dia mengambahkan “Pihak kami sedang berupaya untuk menguasai pertambangan batu bara. Supaya kedepan kami tidak tergantung lagi kepada para pengusaha batu bara”.

Seiring dengan hal tersebut, PLN juga sudah mengajukan rencana untuk menguasai tambang batu bara kepada Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM). Selain itu, usaha yang di lakukan PLN saat ini adalah berbicara kepada pihak pemegang PKP2B (Perjanjian karya Pengusahaan Pertambangan Batu Bara) agar harga sekarang diturunkan, karena dinilai terlalu memberatkan bagi pihak PLN.

Menurut data PLN sejak tahun 2016 lalu, harga batu bara memang terus naik, pada september 2017 rata-rata harga batu bara mencapai $93,39 per ton. Dari kenaikan harga bahan bakar batu bara tersebut, PLN sebenarnya juga telah mengajukan beberapa permohonan kepada Domestic Market Obligation (DMO) terkait biaya Cosst Plus Margin (biaya produksi ditambah margin) sebesar 15% - 25% untuk produsen batubara. Diharapkan permohonan tersebut bisa disetujui, sehingga harga batu bara bisa ditekan.

Related Articles