Photo

Keuntungan dan Kerugian Antam Cs Pada Saat Bukan BUMN Lagi

by Wida Yodik

Sebanyak tiga perusahaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yaitu : PT Timah Tbk (TINS), PT Bukit Asam Tbk (PTBA) dan PT Aneka Tambang Tbk (ANTM / Antam) berencana untuk melebur kedalam holding BUMN Tambang, dengan PT Indonesia Asahan Alumunium (Inalum) yang akan menjadi induknya.

Ketiga BUMN yang sudah melantai pada pasar Bursa Efek Indonesia (BEI) dalam waktu yang lama  tersebut berencana menggelar Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) dalam rangka persetujuan dari peleburan holding tersebut, serta merubah statusnya menjadi non-perseru. Artinya, TINS, PTBA, dan Antam tidak lagi berstatus BUMN melainkan anak usaha BUMN.

Menurut Tito Sulistio, Direktur Utama PT Bursa Efek Indonesia (BEI), ada beberapa dampak positif dari apa yang dilakukan oleh 3 BUMN tersebut dalam perubahan statusnya menjadi non-persero. Mereka akan lebih bebas dalam merencanakan dan melakukan strategi bisnis maupun aksi lainnya demi kemajuan perusahaannya tanpa campur tangan pemerintah lagi seperti pada saat mereka masih menjadi BUMN.

Tito menjelaskan kembali, tujuan perubahan persero menjadi bukan persero adalah supaya mereka bebas bergerak dengan melepaskan birokrasinya. Jika persero harus ke DPR dan lainnya untuk mendapatkan persetujuan dalam segala aksinya, sedangkan sekarang izinnya hanya kepada holdingnya saja.

Menurutnya hal ini bisa jadi sangat positif bagi mereka, karena kelincahan dalam berorganisasi serta memajukan perusahaan didapatkan secara penuh.

David Sutyanto, Analis First Asia Capital, juga berpendapat sama dengan Tito. Sebab pada saat masih menjadi BUMN, perusahaan tersebut wajib meminta izin dari pemerintah hingga DPR dalam melakukan segala aksi korporasi, sehingga hal tersebut menjadi hambatan untuk kemajuan bisnisnya.

Misalnya saja dalam hal IPO (Initial Public Offering / Penawaran Publik Perdana), BUMN membutuhkan waktu 5-6 tahun, sedangkan anak BUMN hanya membutuhkan waktu 2 tahun saja. Lalu ada sekitar 30 tahap yang harus dilakukan jika mau IPO sedangkan anakk BUMN hanya harus menjalani separuhya.

Namun disamping keuntungan diatas, ada kerugian yang akan dialami oleh 3 perusahaan tersebut yaitu mereka akan kehilangan hak istimewa atau Privilege selaku BUMN. Artinya mereka tidak akan mendapatkan keuntungan apapun dari proyek-proyek pemerintah.

Related Articles