Photo

JK : Pengembangan Ekonomi Syariah di Indonesia Terlambat

by Wida Yodik

Jusuf Kalla, Wakil Presiden RI menilai bahwa aksi pengembangan ekonomi syariah di Indonesia terlambat daripada negara-negara lainnya. Hal ini bisa dilihat dari penerapan pasar keuangan syariah yang hanya menyentuh angka 5% dari total keseluruhan sistem keuangan Indonesia.

JK mengungkapkan bahwa : “Memang pengembangan ekonomi syariah kita mengalami keterlambatan, Kita baru 5% sedangkan Malaysia sudah menerapkan keuangan syariah 22% dari total keseluruhan sistem keuangannya”.

Bukan hanya negara dengan mayoritas penduduk islam saja yang menerapkan ekonomi syariah, namun negara-negara lain yang hanya memiliki minoritas penduduk islam juga sudah menerapkan sistem keuangan berbasis syariah seperti : Inggris yang saat ini malah menjadi pusat kajian sistem keuangan syariah dunia.

Jusuf Kalla juga menjelaskan bahwa perekonomian dengan basis sistem keuangan syariah dinilai lebih baik daripada sistem keuangan konvensional. Hal ini sudah terbukti bahwa perekonomian islam dengan sistem keuangan syariah tidak pernah terkena dampak krisis global maupun menjadi salah satu pemicunya.

JK mengatakan : “Dari pengalaman krisis ekonomi yang terjadi beberapa kali di dunia umumnya dan di Indonesia khususnya, sistem ekonomi islam tidak pernah tersentuh krisis karena tidak diperlbolehkan adanya spekulasi, serta harus selalu ada basis disetiap transaksinya”.

Menurutnya, Sistem ekonomi dengan keuangan syariah tidak pernah mengalami krisis karena tidak diperbolehkan adanya spekulasi. Setiap kegiatan transaksi juga harus ada basis transaksi yang jelas, tidak boleh menjual sesuatu yang masih meragukan.

Dia mengakhiri percakapan dengan mengungkapkan bahwa “Maka dari itu tidak pernah ada krisis yang terjadi pada Bank Syariah. Yang ada hanya tersendatnya kemajuan pertumbuhannya, namun hal tersebut tetap bargantung pada kita sebagai pelakunya”.

Related Articles