Photo

Rupiah Kembali Menguat Setelah Tertekan Peningkatan Greenback

by Wida Yodik

Kurs Rupiah hari ini (Kamis, 02 November 2017) terhadap Dolar Amerika Serikat (USD) terlihat menguat. Dikutip dari Bloomberg, kurs rupiah naik 19 poin atau 0,14% ke level harga Rp. 13.561 / USD.

Nilai tukar rupiah kembali naik setelah kemarin mengalami penurunan karena tekanan peningkatan Greenback. Indeks Dollar naik ke level 94,82 karena The Fed (Bank Sentral Amerika Serikat) mengumumkan penetapan tingkat suku bunga acuan tetap pada kisaran 1% s/d 1,25%. Hal ini sesuai perkiraan pasar dan menyebabkan sentimen USD naik.

Saat menjelang FOMC pada dini hari tadi, pergerakan rupiah sangat sulit diprediksi karena simpang siur keputusan pejabat The Fed  yang merencanakan kenaikan suku bunganya. Karena jika isi dari pengumuman bernada Hawkish kemungkinan besar Dollar akan mengalami penguatan dan Rupiah akan mengalami penurunan. Namun, ternyata pejabat The Fed lebih memilih untuk tetap mempertahankan suku bunga yang ada sebesar 1% - 1,25% saja, hal ini membuat Rupiah bisa selamat dari tekanan eksternal lebih lanjut.

Selain Rupiah, beberapa mayoritas mata uang Asial lainnya juga ikut naik seperti Won Korea darik 1,57 poin ke level 1.112,80. Kemudian Japanese Yen naik 0,27 poin ke level 113,90. Dan yang terakhir Baht Thailand naik 0,04 poin ke level 33,10.

Andri Hardianto, Salah satu Analis Asia Tradepoint Futures mengatakan bahwa data inflasi yang cenderung stabil dapat menjaga kurs rupiah hari ini. kemungkinan besar rentang harga Rupiah/USD hari ini berkisar antara Rp. 13.5000 sampai dengan Rp. 13.600 per dollar AS.

Josua Pardede, Salah satu Ekonom Bank Permata memprediksi bahwa hari ini Rupiah kemungkinan bergerak di rentang harga Rp. 13.525 sampai dengan Rp. 13.625 per dollar AS. Karena akan ada berita inflasi inggris yang bisa berpengaruh pada  pergerakan Rupiah jika hasil inflasi positif.

Related Articles