Photo

BI – Sentimen AS Faktor Melemahnya Rupiah

by Superadmin

Pergerakan kurs rupiah selama beberapa hari ini terpantau terus mengalami pelemahan. Rupiah masih belum bisa bangkit dihadapan Dollar As. banyak faktor yang mempengaruhi melemahnya mata uang garuda, salah satunya karena sentimen yang datang dari negeri Paman Sam.

Bank Indonesia menganggap melemahnya rupiah belakangan ini karena reaksi pasar pasca rencana pemerintah Amerika Serikat untuk menurunkan pajak dan juga pernyataan Gubernur Bank Sentral As yang akan menaikan suku bunga acuan sekali kali ditambah dengan membaiknya ekonomi di Amerika.

Sentimen tersebut membuat dollar As semakin menguat terhadap sejumlah mata uang unggulan. Gubernur The Fed Jannet Yellen memberikan pernyataan yang cenderung hawkish dan rencana reformasi pajak AS membuat Dollar As semakin menguat.

Sentimen yang datang dari AS tersebut tidak hanya melemahkan rupiah, namun juga melemahkan sebagian besar mata uang dikawasan Asia. Kurs Rupiah terpantau menurun 0.45%, masih lebih baik dibandingkan Yen Jepang yang melemah 0.60%.

Pada pembukaan pasar Kamis, (28/9), nilai tukar rupiah ditransaksikan antar bank di Jakarta bergerak melemah Rp13.547 dibandingkan sebelumnya pada posisi Rp13.445 per dolar Amerika Serikat (AS). sementara itu dipasar Spot, nilai tukar rupiah berada dilevel Rp13.546 per dolar AS.

Dalam kurs Refrensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) Bank Indonesia, Rupiah berada di posisi Rp13.464 per dolar AS atau terdepresiasi 80 poin dari posisi Rp13.384. Kurs jual di Rp13.531 per dolar AS, sedangkan kurs beli berada di Rp13.397 per dolar AS. Selisih antara kurs jual dan kurs beli adalah Rp134.

Pelemahan rupiah masih dipengaruhi oleh sentimen di Amerika. Laju mata uang garuda masih dalam bayang bayang pernyataan The Fed yang akan menaikan suku bunga acuan sekali lagi. 

Related Articles