Photo

Korsel Masih Surplus, Trump Ancam Batalkan Pakta Perdagangan Bebas

by Wida Yodik

Menkeu Korea Selatan, Yoo Il-ho menegaskan bahwa pemerintahnya sudah berusaha merampingkan surplus perdagangannya terhadap Amerika Serikat (AS). Hal ini menanggapi pernyataan Presiden AS, Donald Trump dimana Washington segera menegosiasikan ulang atau bahkan membatalkan pakta perdagangan bebas kedua negara dalam sesi wawancara media.

Dikutip dari media Reuters, Minggu (30/4/2017), Yoo juga sempat berkomentar di televisi bahwa dirinya tidak ingin kesepakatan perdagangan bebas dengan AS dihentikan. "Apabila ada pihak yang minta supaya kesepakatan perdagangan untuk dihentikan, hal itu mungkin berakhir 6 bulan pasca ada permintaan. Namun kami tidak berpikiran bahwa hal itu akan terjadi," ujar Yoo.

"Kami rasa akan ada pembicaraan guna menegosiasi ulang persyaratan dimana kami akan mempersiapkannya," lanjutnya. Yoo juga menegaskan pihaknya masih belum menerima permintaan resmi perihal perundingan negosiasi ulang terhadap kesepakatan perdagangan bebas Washington. Bagaimanapun ancaman Trump menyudahi perdagangan dengan Korsel lewat wawancara Reuters ini menenggelamkan mata uang Korea Selatan beserta saham di Jumat lalu.

Korsel melihat adanya surplus dengan AS di atas USD20 miliar selama empat tahun secara berturut-turut dari 2013. Aktifitas ekspor Korea ke AS berkurang 1,8% dari tahun sebelumnya di bulan Januari dikarenakan oleh faktor sementara, bukan lantaran perubahan signifikan pada perdagangan bilateral. Para ahli Korsel menyarankan Korea harus melakukan tindakan pre-emptive guna mencegah ketidakseimbangan dalam perdagangan.

Related Articles