Photo

Pemerintahan Trump Batal Tutup, Wallstreet Tetap Melemah

by Wida Yodik

Akhir pekan ini, pemerintahan Amerika Serikat (AS) pimpinan Donald Trump berhasil selamat dari shutdown pasca Kongres AS merestui rencana anggaran pengganti demi membiayai pemerintahan sampai sepekan mendatang. Bagaimanapun, pemerintahan masih terancam ditutup jika rencana anggaran terbaru belum disepakati Kongres AS sebab tidak ada anggaran guna mendanai pemerintahan dari 29 April sampai 30 September, ketika tahun fiskal ditutup.

Ancaman penutupan ini dibiangi oleh usulan Presiden Trump untuk meminta anggaran tambahan untuk bidang militer serta proyek tembok perbatasan AS Meksiko senilai US$ 22 miliar yang setara Rp 290 triliun. Mayoritas anggota parlemen Partai Demokrat tak setuju usulan itu.

Reuters pada Sabtu (29/4/2017) menulis 2 kamar pada Kongres AS, yaitu Senat dan House of Representatives (DPR) melakukan voting lisan di hari Jumat (28/4) waktu AS yang akhirnya meloloskan rencana anggaran pengganti alias 'stopgap spending bill' tersebut.

Sejumlah 382 anggota HOR pro terhadap rencana anggaran pengganti, sementara 30 anggota lainnya menentang. Dari kamar Senat, rencana anggaran tersebut mendapatkan dukungan mutlak tanpa ada Senator menolak.

Dengan perkembangan ini, pasar saham Wall Street masih tercatat melemah usai rilisan data yang memperlihatkan kondisi perekonomian AS. Ekonomi AS cukup tumbuh 0,7% saja pada kuartal I-2017, ini turun jauh daripada kuartal IV-2016 yang tercatat sebanyak 2,1%. Ini menjadi angka terburuk dalam kuartal pertama untuk 3 tahun belakangan. Keadaan ini di bawah ramalan ekonom yang berkisar di angka 1,2%.

Related Articles