Photo

Di AS, Menkeu Tanyakan Maksud Executive Order Trump

by Wida Yodik

Menkeu Sri Mulyani Indrawati baru kembali dari Amerika Serikat dalam rangka pertemuan bersama Menkeu dan Gubernur Bank Sentral negara anggota Bank Dunia & IMF. Dalam agenda itu, tiap perwakilan mempunyai visi terkait perekonomian dunia saat ini yang memerlukan diskusi lanjut.

Dalam kesempatan itu, Sri Mulyani menanyakan maksud pemerintah AS mencantumkan RI di daftar perintah eksekutif Presiden AS Donald Trump yang memuat daftar negara yang memiliki neraca perdagangan surplus terhadap AS.

Presiden Trump memang tidak secara spesifik menyebutkan negara mana saja dalam daftar itu yang telah melakukan kecurangan perdagangan. "Kita sampaikan pada sejumlah menteri lain seperti pada AS, kami tanyakan apa artinya Executive Order Trump yang memuat Indonesia di dalam daftar 16 negara yang tercatat surplus, dan arah kebijakan itu bagaimana," beber Sri Mulyani dari Komplek Istana Kepresidenan, Rabu (26/4/2017).

Selain itu, juga membahas tentang masalah perpajakan seiring berlakunya Automatic Exchange of Information (AEoI) yang memerlukan koordinasi dengan masing-masing negara. "Mereka masih reformasi perpajakan, di segi policy sampai treatment pajak di luar negeri. Sebab Indonesia juga harus melakukan enforcement untuk AEOI, maka peranan negara besar pun penting," sambungya.

Ia juga meminta dukungan negara lain supaya Indonesia bisa tergabung dalam FATF. "Kami sempat membahas FATF (Financial Action Task Force) menyangkut money laundering juga counter terrorism financing yang mana Indonesia bisa menjadi anggota. Kami minta dukungan anggotanya," kata Sri Mulyani.

Related Articles