Photo

Poundsterling Masih Mejadi Pusat Perhatian Pasar

by Superadmin

Pasca putusan Brexit Refrendum, Inggris memilih untuk hengkang dari Kawasan Uni Eropa hal ini cukum menjadi momok yang menakutkan bagi pasar global. Karena keluarnya inggris dari uni eropa bisa memberikan dampak bagi negara negara di eropa. Saat ini pelaku pasar masih terus mencermati Brexit inggris sehingga banyak investor yang memilih untuk menanamkan modalnya pada mata uang safe haven dan juga banyak juga investor yang mengamankan modalnya. Saat ini pasca brexit, Poundsterling terlihat mengalami pelemahan terhadap sejumlah mata uang. dan yang menjadi kekhawatiran adalah, beberapa negara di uni eropa akan mengikuti jejak inggris untuk keluar.

Setelah inggris keluar dari uni eropa, hal ini cukup memberi tekanan bagi bursa saham global, tercatat bursa saham global merugi sekitar 2,08 Triliun dollar AS. Setelah pada sebelumnya pasar global ikut tertekan karena masih adanya ketidakpastian Brexit refrendum inggris dan juga Uni Eropa membuat Investor ragu untuk optimis untuk tetap memilih uni eropa. Saat ini poundsterling terlihat masih tak berdaya terhadap dolar As. Pasca brexit, dolar As semakin perkasa terhadap grenback dan sejumlah mata uang di Eropa pound Inggris turun menjadi 1,3192 dolar dari 1,3696 dolar. Di eprkirakan Poundsterling masih akan terus mengalami pelemahan.

Saat ini bisa di bilang, Perekonomian inggris masih rapuh dan akan berimbas terhadap nilai tukar pound dan dolar. Pasangan mata uang GBPUSD cendrung akan mengalmai bearish, terutama masa transisi Brexit dari Uni Eropa masih akan terus cukup lama. Untuk mensiasati, Bank Sentral Eropa telah mengeluarkan stimulus sekitar 340 milyar dollar AS. Hal tersebut untuk menopang poundsterling di pasar uang.

Related Articles