Photo

Harga Sawit Perlahan Kembali Naik

by Superadmin

Terus jatuh dalam beberapa bulan, harga kelapa sawit berserta produk turunannya akhirnya membaik untuk periode kedua Oktober. Meski begitu, Dinas Perkebunan mengakui, ketetapan harga belum diikuti seluruh pelaku usaha di sektor ini.

Disampaikan Ketua Tim Penetapan Harga Tandan Buah Segar (TBS) Kelapa Sawit Kaltim Mohammad Yusuf, di sektor hulu, harga komoditas ini membaik. Jika pada 1-15 Oktober lalu TBS usia 10-25 tahun ditetapkan Rp 1.065,39 per kilogram, kini naik menjadi Rp 1.169,80.

“Memang banyak kendala. Tapi, industri sawit masih punya prospek strategis, sehingga potensi permintaannya akan tetap ada. Tak heran, pergerakan harganya juga cepat,” jelas Yusuf, yang juga kepala Bidang Usaha Disbun Kaltim.

Dia pun optimistis, titik balik ini merupakan tanda akan pulihnya harga komoditas sawit maupun olahannya, dalam beberapa bulan ke depan. “Masih ada pasar yang menyerap,” imbuh dia.

Selain TBS, Disbun juga menetapkan harga minyak sawit mentah atau crude palm oil (CPO) tertimbang sebesar Rp 5.960,53 per kilogram. Sedangkan kernel atau inti sawit rata-rata tertimbang yang sama dikenakan Rp 3.278,04 per kilogram, dengan Indeks K 80 persen.

Posisi tersebut lebih baik dari penetapan awal Oktober. CPO sebelumnya dipatok Rp 5.677,56 per kilogram. Sementara kernel hanya Rp 2.617,14.

Diakuinya, penetapan harga ini belum diikuti seluruh pelaku bisnis kelapa sawit di Benua Etam, karena sebagian pihak merasa punya acuan sendiri. Namun, untuk menjaga kesejahteraan petani dan standardisasi, dia mengimbau agar semua pihak mengacu pada ketetapan Disbun.

“Untuk menekan perbedaan itu, kami sudah berkoordinasi dengan Gapki (Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia), serta stakeholder perkebunan sawit lainnya. Kita harus mengawasi penerapan harga ini, agar ada standar yang jelas, sehingga tak ada pihak yang dirugikan,” pungkasnya.

Related Articles