Photo

Tak Gunakan Rupiah, Siap-Siap Langsung Dipidana

by Superadmin

Meskipun peredaran uang palsu saat ini masih marak, pemerintah melalui Bank Indonesia (BI) terus mendorong penggunaan mata uang Rupiah di dalam negeri pada saat transaksi. Hal ini pun sesuai dengan undang-undang matang uang.
Yang lebih penting lagi menggerakkan seluruh wilayah Indonesia menerapkan kesadaran menggunakan Rupiah. Itu yang sekarang fokus," ucap Direktur Eksekutif Departemen Pengelolaan Uang Bank Indonesia  Lambok Siahaan di Gedung Dhanapala Kemenkeu, Jakarta.
Lambok menambahkan, cara-cara yang dilakukan BI agar Rupiah menjadi tuan rumah di negeri sendiri adalah melakukan sosialisasi di Batam. Selain itu sudah ditandatangani MoU antara Gubernur BI dengan Kapolri supaya Undang-Undang (UU) Mata Uang dilaksanakan.
Penggunaan Rupiah sudah dilaksanakan MoU antara Kapolri dengan BI pada 1 September lalu. Ada beberapa item salah satunya adalah di dalam UU Mata Uang ini kita menggunakan Rupiah. Ini yang saya kira harus sebar luaskan," tegasnya.
Menurutnya, pihak BI juga telah melakukan sosialisasi terhadap penyidik maupun aparat hukum jika nantinya ada transaksi yang tidak menggunakan Rupiah di dalam negeri.
Poinnya kalau sudah diundangkan itu berlaku. Enggak perlu training, ini terjadi karena kita enggak membaca. Jadi buat saya pentingnya itu kedaulatan Rupiah NKRI. Kedua baik untuk ekonomi kita, wajar saja nett demand terhadap valas akan mempengaruhi," kata dia.
Lambok menjelaskan, pada dasarnya jika melanggar undang-undang mata uang itu langsung dihukum pidana. Ada di UU Mata Uang itu. Kalau menurut UU langsung (pidana). Makanya kita sosialisasikan kembali masif dengan Kejagung, kepolisian mulai di Batam. Kita sudah bicara dengan kementerian," jelasnya.
Menurutnya, dengan sosialisasi di Batam ini sudah ada dampak positif yang dirasakan yakni mulai sadarnya penggunaan Rupiah.
Dari pantauan di Batam, ada permintaan dari mereka, tinggal koordinasikan dengan kepala Batam dan mereka sudah lebih aktif. dan gerakan itu sudah berdampak. Polisi sudah mulai sadar. ini perlu kesadaran bersama ada UU perlu dilaksanakan," pungkasnya.

Related Articles