Photo

Rupiah Tak Melemah, Dolarnya yang Terlalu Kuat

by Superadmin

Penguatan dolar Amerika Serikat (AS) memberikan tekanan cukup hebat bagi Mata Uang Garuda. Akibatnya, Rupiah pun menembus level psikologis Rp12.000 per USD.
Analis Valas, M Doddy Ariefianto, mengatakan Rupiah tidak mengalami depresiasi. Menurutnya, pelemahan Rupiah yang terjadi kemarin, lantaran dolar AS mencetak level tertinggi empat tahunan, pasca-pengumuman kebijakan oleh the Federal Reserve.
Kalau masalah Rupiah ini bukan Rupiahnya yang melemah, tapi dolarnya yang menguat. Tidak hanya rupiah saja semua sektor pun juga begitu minyak, dan sebagainya.
Menurutnya, penguatan dolar AS selama sebulan terakhir ini, akibat kebijakan the Fed. Sebelumnya, The Federal Open Market Committee menyatakan tetap mempertahankan suku bunga mendekati nol sampai pada waktunya program pembelian obligasi dalam stimulus pelonggaran kuantitatif membaik.
Ada spekulasi (kenaikan Fed rate) akhir 2015, namun ternyata ada spekulasi baru menjadi pertengahan 2015 akan naik," tukas dia.
Sekedar informasi, para pembuat kebijakan akan memangkas pembelian obligasi bulanan sampai USD15 miliar, secara berturut-turut dengan penurunan sebesar USD10 miliar per bulan. Kenaikan suku bunga akan menjadi yang pertama sejak 2006, setelah ditahan nol persen hingga 0,25 persen sejak Desember 2008.

Related Articles