Photo

Tekanan Dolar AS, Rupiah Dibuka Melemah ke Rp11.700/USD

by Superadmin

Kondisi geopolitik yang semakin memanas memberikan dampak positif pada pergerakan dolar Amerika Serikat (AS). Akibatnya, mata uang beberapa negara mengalami pelemahan termasuk Rupiah.
 Rupiah pada perdagangan non-delivery forward (NDF) melemah 27,40 poin atau 0,23 persen ke Rp11.717 per USD. Pagi ini, Rupiah bergerak di kisaran Rp11.699-Rp11.718 per USD.
Permintaan pada dolar AS bertambah, setelah pemberontak pro-Rusia menyerang dua kapal penjaga pantai Ukraina untuk pertama kalinya, beberapa jam setelah pemerintah Uni Eropa sepakat untuk memberlakukan sanksi baru terhadap Rusia jika konflik memburuk.
Dolar AS berakhir di level tertinggi dalam hampir setahun terhadap euro, karena adanya tanda-tanda pertumbuhan ekonomi di Amerika membaik. Di sisi lain, ketegangan di Ukraina juga mendorong permintaan mata uang safe haven.
Sementara, the Markit Economics Indeks, indeks manufaktur zona euro, pada periode Agustus mungkin jatuh ke 50,8, level terendah sejak Juli 2013, Di AS, dalam jajak pendapat terpisah memperkirakan manufaktur Agustus akhir, PMI mungkin naik menjadi 58.

Related Articles