Photo

Pasar Bebas Dikhawatirkan Dongkrak DPK Perbankan

by Superadmin

Pasar bebas ASEAN atau ASEAN Economic ASEAN (AEC) akan berlaku pada 2015. Akan tetapi, untuk sektor perbankan berlaku pada 2020. Meski masih menyisakan waktu sekitar enam tahun lagi, dipastikan pada 2015 persaingan bebas di sektor perbankan sudah dapat dirasakan.
Direktur Keuangan dan Strategi PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) Pahala Mansury menilai, persaingan di sektor perbankan yang akan terjadi pada 2015 sangat bagus untuk industri perbankan Indonesia.
Karena adanya pendalaman pasar, adanya instrumen yang lebih beragam, itu sebenarnya bagus-bagus saja," kata Pahala di Jakarta.
Pahala menyebutkan, yang perlu dikhawatirkan pada pasar bebas ASEAN adalah mengenai capital flow atau dana yang diterima Indonesia dari luar negeri.
Banyaknya dana asing yang masuk ke Indonesia, juga menjadi salah satu faktor yang menyebabkan pertumbuhan Dana Pihak Ketiga (DPK) perbankan tumbuh cukup tinggi, yakni 18 persen, yang secara normal hanya sebesar 13 persen.
Kita banyak sekali menerima dana dari luar Indonesia jadi tantangan daripada pada masalah current account defisit, uang yang selama ini beredar di Indonesia mungkin lebih memilih untuk keluar dari Indonesia," tambahnya.
Oleh karena itu, pemerintah harus memberikan perhatian kepada capital flow dan capital outflow mengenai aliran dana asing yang masuk ke Indonesia. Meskipun dengan adanya financial deepening, instrumen beragam bagus untuk perbankan Indonesia.
Masalahnya kalau ini terjadi bersamaan adanya capital outflow di Indonesia harus disikapi bersama, Indonesia harus mempertahankan.

Related Articles