Photo

Jelang Ramadan, Harga Sembako di Bandung Mulai "Meriah"

by Superadmin

Dalam hitungan hari, umat Islam akan memasuki Bulan Ramadan. Namun belum juga memasuki bulan penuh berkah tersebut, beberapa harga kebutuhan pokok di Kota Bandung sudah mulai naik.

Ketua II Persatuan Pasar dan Warung Tradisional (Pesat) Jabar, Agus Fadilah, menjelaskan, kenaikan beberapa harga telah terasa sejak dua minggu terakhir. Menurutnya, kenaikan tersebut adalah fenomena biasa saat menjelang Bulan Ramadan hingga kelak saat memasuki Hari Raya Idul Fitri.

Kenaikkan harga ini merata di Bandung. Ini sebuah siklus tahunan saat menjelang Munggahan, Puasa, dan nanti Lebaran.

Dia mencontohkan, harga telur ayam yang semula Rp14 ribu per kilogram (kg) menjadi Rp22 ribu per kg, bawang putih awalnya Rp12 ribu per kg jadi naik Rp16 ribu per kg, bawang merah normalnya Rp9 ribu per kg menjadi Rp16 ribu per kg.

Lalu cabai merah menembus Rp25 ribu per kg yang semula Rp18 ribu per kg, tomat naik jadi Rp8 ribu per kg yang awalnya Rp5 ribu per kg, timun melejit menjadi Rp4 ribu per kg yang harga normal Rp2.500 per kg.

Kami sangat berharap bisa segera menstabilkan harga dengan melakukan operasi pasar. Kami juga meminta pemerintah agar memantau dan menindak kartel atau penimbun demi kestabilan harga," tuturnya.

Sementara itu, salah seorang pedagang di Pasar Eks Bazar Matahari Cicadas, Tuti Hernayanti (60), mengaku merugi hingga 70 persen akibat harga-harga yang terus meroket.

Omzet pastinya turun, ya diperkirakan 50-70 persen. Karena pembeli yang biasanya bisa membeli 10 kg mentimun, sekarang paling belinya 5 kg,” jelasnya.

Meski demikian, pihaknya akan tetap bertahan untuk berdagang di tengah-tengah kenaikan harga tersebut lantaran untuk menjaga pelanggannya agar tidak kecewa.

Related Articles