Photo

BI: Daging Sapi Masih Jadi Pemicu Inflasi

by Superadmin

Bank Indonesia (BI) menyatakan harga daging sapi menjadi penyebab terjadinya inflasi pada bulan. Adapun besaran inflasi diprediksi sebesar 0,09 hingga 0,11 persen.
Berdasarkan pemantauan hingga minggu ketiga kemarin inflasi 0,11 persen. Masih kami tunggu di minggu keempat. Perkiraan kami di bawah 0,2 (persen). Saya tidak tahu perilaku di minggu keempat. Moga-moga masih terkendali," kata Deputi Gubernur BI Perry Warjiyo .
Adapun inflasi secara tahunan atau year on year diperkirakan berada di kisaran 7,2 hingga 7,3 persen. Faktor pemicu inflasi tersebut dikatakan Perry adalah beberapa komoditas, termasuk di antaranya daging sapi. Akan tetapi, komoditas seperti beras, cabai, dan bawang merah masih menunjukkan deflasi.
Hingga minggu ketiga kemarin yang naik itu ayam, telur, dan daging (sapi). Kalau beras, cabai, dan bawang (merah) masih deflasi," jelas Perry.
Penyebab daging sapi sebagai pemicu inflasi diakui Perry lebih kepada faktor musiman. Sementara itu, bank sentral juga memantau inflasi inti masih tetap berada pada kisaran yang rendah dan tidak terlihat gejala kenaikan.
Jadi kesimpulan kami, inflasi ini masih terkendali, tetap rendah. Kalau ada kenaikan inflasi di bulan Mei karena seasonality (musiman) begitu. Secara musimannya," ujar dia.


Related Articles