Photo

Sektor Perbankan Butuh Dana Tambahan Modal Rp113 Triliun

by Superadmin

Perhimpunan Bank-bank Umum Nasional (Perbanas) memperkirakan, sektor jasa keuangan khususnya industri perbankan di Tanah Air pada tahun 2015 memerlukan tambahan modal mencapai sekira Rp113 triliun.

Demikian diungkapkan oleh Ekonom Bidang Pengkajian dan Pengembangan Perbanas, Aviliani di Hotel Grand Sahid, Jakarta.
Menurut Aviliani, dana tambahan modal ini untuk menghadapi semakin ketatnya persaingan dan meminimalisir resiko-resiko yang terjadi. Selain itu, tambahan modal ini  dipengaruhi beberapa kebijakan Bank Indonesia yang mewajibkan perbankan memperketat likuiditasnya.

Untuk membiayai sektor perbankan dan mengimbangi kebijakan LDR sebesar 9 persen," jelasnya.

Aviliani menjelaskan, kebutuhan permodalan itu menjadi hal yang cukup besar mengingat industri pasar modal di Indonesia hanya memiliki kapasitas menyediakan dana tambahan modal hanya sebesar Rp30 triliun.

Jika tidak ada tambahan modal dipastikan sebuah perbankan akan mengalami kesulitan dalam melakukan ekspansi dan bisnisnya menjadi tidak berkembang," kata dia.

Aviliani menegaskan, karena kedepan selain suku bunga yang saat ini masih tinggi, itu akan menjadi perebutan dan membuat masyarakat akan semakin ketat serta semakin sulit.

Dia menambahkan, dalam beberapa tahun kedepan diperkirakan pelaku industri perbankan akan semakin berkurang. Kendati demikian, industri keuangan non bank yang justru akan semakin bertambah. Pada Tahun 2012 hingga 2030 bank akan semakin berkurang, tapi non bank akan semakin meningkat.

Related Articles