Photo

Pelemahan Rupiah Masih Dianggap Wajar

by Superadmin

Nilai tukar Rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) masih berpotensi untuk kembali mengalami penurunan. Hal ini perlu terus diwaspadai karena adanya set risk global dan domestik.

Ekonom Mandiri, Destri Damayanti, menjelaskan ada salah satu down set risk atau potensi penurunan pada negara-negara berkembang. Oleh karena itu, Indonesia sebagai negara berkembang juga harus waspadai hal ini.

Jadi beberapa kali kita selalu bilang bahwa kita masih ada down set risk dari global dan dari domestik. Jadi koreksi yang terjadi kemarin saya rasa ini sebenarnya suatu hal yang wajar yang meskinya kita waspadai tentang itu," katanya di Condominium Tower Sudirman, Jakarta, Jumat (21/3/2014).

Lebih lanjut Destri menyampaikan, pergerakan rupiah di kisaran Rp11.400 per USD, dikarenakan belum adanya suatu perubahan yang signifikan di struktur ekonomi Indonesia. "Ya memang mungkin saat ini kita belum liat ada suatu perubahan yang signifikan di struktur ekonomi kita," katanya.

Destri menambahkan, jika dilihat dari sisi fundamental memang Rupiah dengan kondisi yang dihadapi sangat wajar berada di kisaran antara Rp10.900-Rp11.500 per USD. Hal ini dipengaruhi dua faktor utama yakni yang bersifat fundamental dan non fundamental.

Untuk faktor non-fundamental, ini sangat dipengaruhi dengan sentimen yang terjadi. "Pertama, sentimen dari global, padahal kan kita juga belum lihat dampaknya seperti apa sebenarnya ke Indonesia dan kita terlalu jauhlah dan lagipula market kita kan sebenarnya slow," katanya.

Selain isu tersebut, Pemilu juga diperkirakan menjadi faktor yang mempengaruhi sentimen nilai tukar Rupiah. Menurutnya, isu utama adalah bagaimana proses politik saat ini kalau ini bisa terkendali.

Faktor sentimennya juga pasti akan bisa di kendalikan sehingga Rupiah tidak akan jauh dari nilai fundamentalnya," pungkasnya

Related Articles