Photo

Pemilu, BI Ingatkan Peredaran Uang Palsu

by Superadmin

Bank Indonesia (BI) mengingatkan masyarakat agar mewaspadai beredarnya uang palsu khususnya menjelang perhelatan Pemilu 9 April mendatang. BI Wilayah Bali Nusa Tenggara terus mensosialisasikan kepada masyarakat untuk bisa lebih mengenali ciri-ciri uang Rupiah asli.
Jika melihat sejarah, mendekati pemilu banyak ditemukan uang palsu yang beredar," jelas Asisten Manajer Unit Administrasi Pengolahan Data dan Sistem Pembayaran, Kantor Perwakilan Wilayah III Bank Indonesia Bali dan Nusa Tenggara  Muhammad Yaser di Denpasar.
Meski pencetakan uang palsu banyak ditemukan di luar Bali namun warga dihimbau untuk waspada terhadap peredaran uang yang dapat menyebar di seluruh Indonesia, termasuk Bali hingga ke Papua.
Menurutnya, peredaran uang palsu paling banyak ditemukan di pasar tradisonal. Untuk itu, apabila penjual mendapatkan uang dari pembeli, penjual harus memastikan dahulu keaslian uang tersebut dengan dilihat, diraba dan diterawang.
Apabila masyarakat tidak ingin mendapatkan uang palsu, mereka bisa membeli alat untuk mendeteksi uang palsu. Itu bisa dibeli di toko elektronik," ungkapnya.
Berdasarkan data BI Bali Nusa Tenggara, sepanjang triwulan III-2013 tercatat ada 887 lembar uang palsu, sementara triwulan II 2013 mencapai 1.216 lembar.
Untuk dapat mengenali uang Rupiah asli, bisa dilihat ciri-ciri  berupa tanda-tanda, yang bertujuan mengamankan uang Rupiah dari upaya pemalsuan.
Secara umum, ciri keaslian uang Rupiah dikenali dari unsur pengamanan yang tertanan pada bahan uang dan tehnik cetak. Adanya tanda air (watermark) dan electrotype dan benang pengaman.
Pada uang asli terdapat tanda air berupa gambar yang akan terlihat apabila di terawang ke arah cahaya. Apabila masyarakat mendapatkan uang palsu segera laporkan ke BI.
Tapi uang tersebut tidak mendapatkan ganti karena uang tersebut dijadikan barang bukti," imbuhnya dalam sosialisasi uang rupiah asli di Pasar Kreneng Denpasar.

Related Articles