Photo

Investor Lebih Pilih Yen & Euro Ketimbang Dolar AS

by Superadmin

Dolar Amerika Serikat (AS) kembali mengalami tekanan karena penguatan yen Jepang dan euro. Bahkan, yen Jepang menuju kenaikan lima hari terbesar terhadap dolar AS dalam tujuh minggu, karena investor mencari aset safe haven di tengah ketegangan antara Rusia dan Ukraina .
The Bank of Japan tetap mempertahankan stimulus pekan ini, dan menjaga amunisi di tengah spekulasi kenaikan pajak penjualan pada April, yang akan merugikan perekonomian. Goldman Sachs Group Inc mengatakan, putaran lain pelonggaran moneter akan mendorong yen ke posisi terendah enam tahun pada pertengahan 2014.
Yen mempunyai kekuatan di seluruh papan perdagangan dan telah menjadi pemain terbaik di tengah risk aversion. Kami melihat referendum (Rusia) sangat erat hubungannya selama akhir pekan ini," kata ahli strategi valas senior Australia & New Zealand Banking Group Ltd, Daniel Been, seperti dilansir dari Bloomberg, Jumat (14/3/2014).
Yen naik 0,1 persen ke 101,76 per USD dan mencetak kenaikan mingguan 1,5 persen, terbesar sejak lima hari terakhir. Sementara euro sedikit berubah pada USD1,3861 per euro.
MSCI World Index, pengukur kekhawatiran dari ekuitas yang dikembangkan telah jatuh 1,9 persen minggu ini, mengalami penurunan terbesar sejak lima hari. Sedangkan AS dan Jerman meningkatkan tekanan pada Rusia untuk mundur dari rencananya mencaplok Crimea.
Euro telah menguat sekitar 7,2 persen terhadap dolar AS tahun lalu, dan naik 7 persen terhadap beberapa mata uang patokan pasar. Namun, euro mengambil jeda setelah pernyataan Gubernur European Central Bank (ECB) Mario Draghi.
Komentar Draghi mengatakan, nilai tukar bukan target kebijakan ECB, Draghi mengatakan bahwa tingkat mata uang itu menjadi semakin relevan dalam penilaian stabilitas harganya.

Related Articles