Photo

Dolar AS Terjepit Keperkasaan Yen Jepang

by Superadmin

Dolar Amerika Serikat (AS) kembali melemah terhadap yen Jepang setelah Rusia melakukan invasi ke Crimea, dan meningkatkan ketegangan suhu politik antara Ukraina. Yen Jepang menguat mendekati level tertinggi dalam hampir sebulan.
Mata uang yen Jepang menguat terhadap sebagian besar dari 16 mata uang utama, karena Menteri Luar Negeri AS John Kerry akan membahas sanksi ekonomi terhadap Rusia. Bersamaan dengan itu, menteri luar negeri Uni Eropa siap untuk mengadakan pertemuan darurat di Kiev.
Kami berada dalam lingkungan risk-off. Meningkatnya ketegangan seputar Ukraina secara bertahap akan menaikkan yen," kata Managing Director Bank of Tokyo Mitsubishi UFJ Ltd, Noriaki Murao, seperti dilansir dari Bloomberg, Selasa (4/3/2014).
Yen sedikit berubah pada 101,42 per USD di Tokyo setelah mencapai 101,20 per USD kemarin, level terkuat sejak 5 Februari. Yen diperdagangkan di 139,30 per euro setelah naik 0,8 persen menjadi 139,33 kemarin. Mata uang tunggal Eropa ini, bergerak stagnan terhadap dolar AS dan berada di USD1,3736 dari USD1,3735.
Swiss franc menyentuh 1,2104 per euro kemarin, tertinggi sejak 10 Januari 2013. Untuk menjaga perekonomian dari deflasi dan resesi, Swiss National Bank menetapkan batas 1,20 franc per euro pada pada September 2011.
Bank sentral Rusia secara tak terduga menaikkan suku bunga kemarin. Akibatnya, rubel jatuh ke rekor terendah. Dolar Australia diperdagangkan di dekat level terendah satu bulan sebelum laporan neraca transaksi berjalan dan kebijakan bank sentral Australia.

Related Articles