Photo

Rusia Tarik Pasukan, Dolar AS "Hajar" Yen

by Superadmin

Presiden Rusia Vladimir Putin memerintahkan puluhan ribu tentara Rusia untuk kembali ke pangkalan mereka. Langkah Putin ini meredakan tensi di Ukraina yang sempat memanas.
Perhatian investor pun kembali beralih pada laporan pekerjaan dan industri jasa Amerika Serikat (AS) yang mungkin mensinyalkan adanya ekspansi di ekonomi terbesar dunia tersebut. Akibatnya, dolar AS pun mencatat kenaikannya terhadap yen.
Mata uang yen Jepang turun kemarin versus semua 16 mata uang utama maju, setelah melonjak tinggi pada perdagangan sebelumnya. Selain itu, dan rubel Rusia rally setelah Putin mengatakan dia hanya akan mengirim tentara ke Ukraina dalam kasus ekstrem .
Ukraina menjadi katalis risk-off, tapi konsensus pasar melihat hal itu akan berkembang menjadi situasi yang lebih serius. Data AS akan memberikan dorongan untuk dolar AS ke tingkat tertentu," kata kepala perdagangan devisa Sumitomo Mitsui Banking Corp, Masato Yanagiya, seperti dilansir dari Bloomberg, Rabu (5/3/2014).
Yen diperdagangkan menguat ke 102,22 per dolar AS, setelah jatuh 0,7 persen kemarin dan mencatat penurunan terbesar sejak 14 Januari. Sementara jika dibandingkan dengan euro, sedikit menguat pada USD1,3740 per euro.
Laporan dari ADP Research Institute di Roseland, New Jersey, diperkirakan akan menunjukkan adanya penambahan 155.000 pekerja untuk Februari menyusul penambahan 175.000 pada bulan.
Pada 7 Maret, Departemen Tenaga Kerja diperkirakan akan menunjukkan payrolls naik 150.000 dari bulan lalu, dan tingkat pengangguran diproyeksikan tetap pada 6,6 persen, tingkat terendah sejak Oktober 2008. Indeks Institute for non-manufaktur Supply Management mungkin merosot ke 53,5 bulan lalu dari 54 pada Januari.

Related Articles