Photo

Akbar Faizal Temui Anas Urbaningrum Bahas Skandal Bank Century.

by Superadmin

Ketua DPP Partai NasDem yang juga mantan anggota Tim Pengawas (Timwas) DPR dalam skandal Bank Century DPR, Akbar Faizal, mengunjungi mantan Ketua Umum Partai Demokrat Anas Urbaningrum.

Kedatangannya untuk mendapatkan informasi guna menyusun puzzle kasus Century yang masih terputus walaupun mantan Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI) Budi Mulya segera disidang.

Menurutnya di Jakarta, Senin (3/3), pernyataan Anas saat skandal Bank Century menjabat sebagai ketua Fraksi Partai Demokrat di DPR pernah disuruh Susilo Bambang Yudhoyono (saat itu menjabat sebagai Ketua Dewan Pembina Partai Demokrat), untuk mengamankan kasus Century di timwas agar tidak berefek pada pemerintahaan dan pribadi SBY, merupakan titik penting mengungkap korupsi Century.

Apalagi, lanjut dia, pernyataan Anas berbanding terbalik dengan SBY yang mengatakan tidak tahu menahu dan tidak mendapatkan laporan mengenai keputusan Fasilitas Pinjaman Jangka Pendek (FPJP) dan bailout Rp6,7 triliun ke Bank Century.

Saya ingin tahu yang sebenarnya seperti apa. Apakah DPR yang salah ataukah memang ada orang yang sedang sembunyikan informasi menyebabkan kasus ini missing link,” kata Akbar di Gedung KPK.

Mengenai tidak hadirnya Wakil Presiden Boediono dalam rapat timwas century, Akbar mengatakan memang Boediono tidak harus datang.

Sehingga, lanjut dia, seharusnya DPR langsung menyatakan hak menyampaikan pendapat. Menurut Akbar, peran Boediono sudah jelas dan tuntas, yaitu harus bertanggung jawab dalam kasus itu.

Yang menjadi masalah, apakah Boediono saja? Karena menurut UU LPS yang mengucurkan dana itu tanggung jawab Lembaga Penjamin Simpanan (LPS). LPS bertanggung jawab kepada Presiden bukan Wapres dan BI, katanya.

Akbar juga berharap agar Budi Mulya jujur dan terbuka untuk membantu Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk menuntaskan kasus itu yang menjerat pihak lain yang terlibat serta menikmati uang negara tersebut.

Apalagi dalam suatu tindak pidana korupsi, tidak dilakukan oleh satu pihak, karena ada pemberi dan penerima. Terkadang juga, ada pihak perantara yang menjadi penghubung. Melihat kasus Century yang menyentuh ranah kebijakan, diduga melibatkan aktor yang banyak pula.

Bangsa ini sedang dituntut kejujuran para pihak. Saya berharap Pak Budi Mulya akan menjelaskan dengan detail.

Related Articles