Photo

10 Sektor Saham Menguat, IHSG Berada di Zona Hijau

by Superadmin

Mengawali pekan ini, indeks saham bergerak di zona hijau pada pra perdagangan saham. Hal itu seiring bursa saham Asia bergerak positif pada Senin (30/12/2013).

Indeks saham Jepang Nikkei naik 0,37% ke level 16.238,28. Indeks saham Hang Seng naik 0,33% ke level 23.320,58. Indeks saham Singapura Strait Times Index menguat 0,4% ke level 3.162,37.

Aksi beli oleh investor asing juga sepertinya memberikan tenaga untuk pergerakan indeks saham. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) naik 27,40 poin atau 0,65% ke level 4.240,38. Pukul 09.00 WIB, IHSG kembali naik 29 poin ke level 4.242.

Penguatan IHSG seiring adanya 68 saham bergerak menguat dan 15 saham bergerak melemah. Sementara itu, 43 saham tidak bergerak.
Total frekuensi perdagangan saham 1.012 kali dengan volume perdagangan saham 33,96 juta. Transaksi perdagangan saham sekitar Rp 31,73 miliar.

Berdasarkan data RTI, investor asing melakukan aksi beli senilai Rp 18,6 miliar dan aksi jual senilai Rp 7,4 miliar. Investor domestik melakukan aksi beli senilai Rp 43,5 miliar dan aksi jual senilai Rp 57 miliar.

Sepuluh sektor saham menopang penguatan IHSG. Sektor saham aneka industri naik 1,19%, sektor saham keuangan dan industri dasar masing-masing naik 0,84%.

Pada pagi ini, saham cenderung menguat terbatas. Saham-saham yang menguat seperti saham GGRM naik 1,21% ke level Rp 41.750, saham INTP naik 1,76% ke level Rp 20.200, saham EXCL menguat 3% ke level Rp 5.150, saham AIMS naik 9,52% ke level Rp 1.150, dan saham JSMR menguat 2,16% ke level Rp 4.725 per saham.

Saham lapis kedua cenderung melemah. Daftar saham-saham yang melemah antara lain saham SRAJ turun 15,79% ke level Rp 240 per saham, saham MAYA melemah 5,68% ke level Rp 2.075 per saham, saham TOWR turun 3,85% ke level Rp 2.500 per saham, saham MASA melemah 3,75% ke level Rp 385 per saham, dan saham SMMT turun 1,71% ke level Rp 5.750 per saham.

Analis PT Samuel Sekuritas, Aiza menuturkan, IHSG akan cenderung melemah merespon kenaikan imbal hasil obligasi ini dengan support di level 4.202.

Rupiah pun dibuka melemah 0,12% ke level RP 12.276 per dolar Amerika Serikat (AS) pagi ini. Sedangkan imbal hasil obligasi 10 tahun Indonesia di luar perkiraan naik 0,91%.

Pagi ini bursa saham Asia dibuka menguat tipis seiring pelemahan yen sebesar 0,14%. Pelemahan ini sekaligus menjadikan yen telah melemah dalam lima hari berturut-turut dan menjadikan nilai tukar yen telah melewati 105 terhadap dolar AS.

Dalam riset PT Mandiri Sekuritas, IHSG akan bergerak terbatas pada hari terakhir perdagangan saham 2013. Hal ini berbeda dengan kebanyakan bursa saham lainnya.

Investor juga menanti rilis data inflasi dan neraca perdagangan Indonesia yang akan dirilis Badan Pusat Statistik (BPS) setelah libur tahun baru.

Secara teknikal, analis mandiri sekuritas memperkirakan, IHSG masih berpotensi untuk bergerak variatif top up untuk kembali menguji resistance neckline inverted head and shoulders pattern di level 4.250 yang merupakan reversal pattern. Kisaran IHSG akan berada dalam support 4.203 dan resistance 4.230-4.244

Related Articles