Photo

Keruntuhan Harga Emas di 2013 Terparah dalam 30 Tahun

by Superadmin

Emas menjadi instrumen investasi dengan performa terburuk pada tahun ini setelah harganya terus merosot. Harga emas mengalami penurunan terparah dalam 30 tahun terakhir setelah terkikis hampir 28% sepanjang tahun ini.
Seperti dikutip dari The Telegraph, Senin (30/12/2013), harga emas pada Desember ditutup melemah di level US$ 1.200 per ounce. Sementara sejumlah aset lain justru menguat seperti indeks saham S&P 500 yang justru menguat 28%.Komoditas lain seperti minyak mentah jenis Brent juga naik 2,5% dalam periode yang sama.

"Tahun ini, bagi para investor, saham-saham telah memenangkan pertarungan aset atas emas," ungkap Kepala Strategi Komoditas Saxo Bank Ole Hanse. Pada 2012, dia telah memprediksi harga emas akan meluncur hingga US$ 1.200 dan ramalannya tepat. Sementara untuk 2014, dia memperkirakan harganya akan jauh lebih merosot. Meski demikian, dia mengatakan, emas masih akan terus dijual hingga awal tahun depan dengan harga tidak lebih rendah dari US$ 1.090 per ounce.

"Hingga akhir tahun, harganya mungkin akan bergerak di level US$ 1.250 per ounce," ujarnya.Permintaan emas yang terkenal sebagai komoditas paling digemari tak akan bertahan lebih lama. Emas telah banyak kehilangan kilaunya saat Bank Sentral Amerika Serikat (The Fed) mengumumkan akan mulai menarik dana stimulusnya bulan depan. Logam mulia tersebut ambruk hampir 3% tak beberapa lama setelah The Fed mengambil keputusan tersebut.

"Sentimen yang ada saat ini menjatuhkan harga emas. Secara global kebijakan ekonomi telah banyak ditopang kabar politik dan di luar suasanan bisnis," ungkap CEO perusahaan emas Afrika Randgold Resources Mark Bristow.

Dia menjelaskan, tidak semua tekanan pada harga emas datang dari dorongan ekonomi global. Produksi yang berlebihan merupakan masalah utama, khususnya di antara para pekerja tambang yang bekerja dengan selisih biaya dan harga jual yang rendah.

Meskipun harganya jatuh, produksi emas diprediksi meningkat 3,5% ke level tertingginya sebanyak 3.000 ton tahun depan. Angka tersebut naik dari 2.900 tahun ini dan 2.860 pada 2012.

"Kondisi tersebut akan membuat banyak perusahaan tambang menyepakati perjanjian dagang yang tak biasa. Banyak sekali produksi yang tidak menguntungkan sehingga berpotensi mengurangi harga jual emas," ungkap Bristow.

Selain itu, keputusan India untuk membatasi pembelian emas mendorong banyak investor untuk berspekulasi. Terlebih lagi, India merupakan pemasok emas terbesar di dunia. Menurut bank investasi Macquarie, impor emas ke Indoia akan menurun lebih jauh jika pemerintahnya terus menekan pasar domestik.

Bristow juga mengingatkan bahwa ekonomi global dapat bergerak secara tak terduga dan berisiko. "Ekonomi global tak seperti yang terlihat, dan masih banyak sekali risiko lain di luar sana," tandasnya.

Related Articles