Photo

Sentimen Data Ekonomi AS Bikin IHSG Longsor ke 4.183

by Superadmin

Seiring minimnya sentimen positif di bursa saham Asia dan global membuat Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melanjutkan koreksi pada pra perdagangan saham Jumat pagi (6/12/2013).

Koreksi ini juga dipicu dari rilis data ekonomi Amerika Serikat (AS) membaik membuat spekulasi pengurangan stimulus moneter AS akan cepat dilakukan oleh bank sentral AS The Federal Reserve. Produk Domestik Bruto (PDB) AS naik 3,6% pada kuartal ketiga dari perkiraan awal 2,8%. Pertumbuhan ekonomi itu terkuat sejak kuartal pertama 2012.

Pada pra perdagangan saham, IHSG bergerak melemah 14,63 poin atau 0,35% ke level 4.202,26. IHSG pun terhempas dari level 4.200 dengan bergerak melemah 23,09 poin atau 0,55% ke level 4.193. Pelemahan indeks saham ini juga diikuti indeks saham LQ45 melemah 0,92% ke level 692,53.

Sebanyak 55 saham melemah telah memicu penurunan indeks saham dan hanya 26 saham menguat. Sementara itu, 55 saham tidak bergerak.

Total frekuensi perdagangan saham 2.795 kali dengan total volume perdagangan saham 98,62 juta saham. Nilai transaksi perdagangan saham sekitar Rp 155,02 miliar.

Sebagian besar sektor saham melemah pada perdagangan saham hari ini kecuali sektor saham pertambangan. Sektor saham infrastruktur melemah 1,36%, sektor saham aneka industri melemah 1,37%, dan sektor saham keuangan melemah 1,02%.

Berdasarkan data RTI, pergerakan aksi beli investor asing sekitar Rp 61 miliar dan aksi jual sekitar Rp 105 miliar. Sementara itu, investor domestik melakukan aksi beli senilai Rp 208 miliar dan aksi jual senilai Rp 168 miliar.

Daftar saham-saham yang melemah antara lain saham INDF melemah 3,08% ke level Rp 6.300 per saham, saham LPPF melemah 2,33% ke level Rp 10.500, dan saham JSMR melemah 1,9% ke level Rp 5.150 per saham.

Saham-saham lapis kedua menguat signifikan seperti saham GTBO melemah 23,71% ke level Rp 1.190, saham WAPO naik 14,49% ke level Rp 79 per saham, dan saham INCO naik 6% ke level Rp 2.650 per saham.

Analis PT First Asia Capital, David Sutyanto mengatakan, IHSG diperkirakan masih bergerak volatile dengan kecenderungan melemah menyusul minimnya sentimen positif baik dari global dan domestik. Indeks saham akan berada di level support 4.180 dan resistance 4.250 dengan kecenderungan melemah.

Sementara itu, Analis PT Samuel Sekuritas, Yualdo Prawiro menuturkan, IHSG berpotensi menguat setelah melemah selama tiga hari berturut-turut, dan memfaktor data ekonomi AS yang baik. Ditambah penguatan nilai tukar rupiah. Resistance indeks saham diperkirakan di level 4.270 dan support pada level 4.160.

Nilai tukar rupiah melanjutkan penguatan dan bergerak 0,18% ke level Rp 11.942 terhadap dolar AS. Sementara rupiah NDF menguat ke level Rp 12.045 terhadap dolar AS.

Mayoritas bursa saham Asia pagi ini dibuka melemah mengikuti sentimen market global kecuali bursa Jepang seiring dengan Yen Jepang dibuka melemah.

Related Articles