Photo

Bayar Utang 21 Miliar Dollar AS

by Superadmin

Rencana pembayaran cicilan pokok dan bunga utang luar negeri yang jatuh tempo pada Oktober - Desember 2013 mencapai 21,025 miliar dollar AS. Kebutuhan dollar AS untuk pembayaran utang itu dikhawatirkan memberi tekanan terhadap rupiah.

Faisal Anwar, Pengamat pasar uang mengatakan bahwa potensi tekanan terhadap rupiah bisa muncul dari besarnya permintaan atas dollar AS, terutama untuk membayar utang luar negeri swasta. "Kalau pemerintah tidak perlu mencari dollar AS di pasar. Swasta yang perlu mencari dollar AS untuk membayar utang tersebut" ujarnya. Jumlah 21,025 miliar dollar AS itu setara dengan Rp 245, 992 triliun (nilai tukar Rp 11.700,- per dollar AS).

Dari data Bank Indonesia (BI) bahwa rencana pembayaran utang pada Oktober - Desember 2013 itu sebagian besar dari pihak swasta yaitu sebesar Rp 18,894 miliar dollar AS, sisanya 2,131 miliar dollar AS milik pemerintah dan BI.

Menurut Faisal, likuiditas valas yang terbatas dipasar membuat permintaan dollar AS menjadi sangat terasa. Pasokan dollar AS terbatas antara lain akibat pemilik valas seperti eksportir enggan melepas dollar AS ke pasar, apalagi bertepatan dengan kondisi transaksi berjalan yang defisit sehingga rupiah makin tertekan.

Bagi pemerintah dan BI, kebutuhan membayar utang luar negeri berasal dari cadangan devisa. Jadi tidak akan menggangu pasar uang dan nilai tukar. Cadangan devisa Indonesia per September 2013 mencapai 95,7 miliar dollar AS. Jumlah tersebut setara dengan 5,3 bulan pembayaran impor dan utang luar negeri pemerintah.

"Kalau swasta tidak mengantisipasi kebutuhan dollar AS untuk membayar utang luar negeri, tentu saja kondisi saat ini yang bertepatan dengan melemahnya rupiah akan sangat memberatkan" ujar Faisal.

Direktur Eksekutif Departement Komunikasi Bank Indonesia Difi Ahmad Johansyah mengatakan BI sudah mengantisipasi kemungkinan tingginya permintaan dollar AS di pasar untuk pembayaran utang ini. "Jika permintaan valas tinggi memang bisa mempengaruhi nilai tukar rupiah, umumnya permintaan tinggi pada pertengahan dan akhir tahun" ujar Difi Ahmad.

Kemarin nilai tukar rupiah terhadap dollar AS melemah menjadi Rp 11.717,- per dollar AS. Posisi ini yang terlemah sepanjang tahun 2013.

Sumber : Kompas 22/11/2013

Related Articles