Photo

6 Bukti Mengejutkan Masyarakat RI Belum Melek Keuangan

by Superadmin

Sebagai negara yang memiliki jumlah penduduk terbesar keempat dunia, Indonesia masih mencatat banyaknya penduduk yang kurang paham dan kurang memanfaatkan lembaga keuangan.

Sebuah survei yang dilakukan Otoritas Jasa Kuangan (OJK) belum lama ini bahkan mengungkapkan fakta yang kurang menggembirakan terkait tingkat literasi keuangan masyarakat Indonesia pada tahun 2013 ini. Survei ini dilakukan di 27 Provinsi dan memiliki responden sebanyak 8.000 orang.

"Memperhatikan hasil survei literasi keuangan tersebut maka upaya peningkatan pemahaman dan pemanfaatan produk jasa keuangan merupakan langkah dasar meningkatkan kualitas produk jasa keuangan untuk meingkatkan kesejahteraan masyarakat," ungkap Ketua Dewan Komisioner OJK Muliaman D Hadad di Jakarta Convention Center (JCC), Jakarta, Selasa (19/11/2013)

Dalam survei kali ini OJK berharap bisa memperoleh gambaran mengenai seberapa paham dan seberapa besar tingkat keinginan masyarakat untuk memanfaatkan lembaga keuangan.

Berikut adalah hasil temuan OJK terkait tingkat pengetahuan keuangan dari masyarakat Indonesia:

1. Sektor perbankan

Sebagai sektor bisnis dengan pangsa pasar terbesar diantara seluruh industri keuangan, tercatat hanya 22% masyarakat indonesia yang memahami produk perbankan. Namun tingkat penggunaan jasa perbankan termasuk baik karena sudah mencakup 57% dari responden.

2. Industri Asuransi

OJK menemukan fakta hanya 18 orang dari 100 orang yang benar-benar memahami asuransi dan hanya 12% responden yang benar-benar memanfaatkan produk asuransi.

3. Sektor Pegadaian

Tercatat 15 orang dari 100 telah memahami pegadaian namun pemanfaatannya hanya 5%.

4. Lembaga Pembiayaan

Sebanyak 10% responden mengaku memahami produk lembaga pembiayaan. Sayangnya hanya 6% respoden yang mengaku memanfaatkan lembaga pembiayaan tersebut.

5. Dana Pensiun

Sedangkan mengenai dana pensiun hanya 7% yang paham dan 2% yang baru memanfaatkan

6. Pasar Modal

OJK menemukan hanya 4% dari 8.000 responden yang mengaku memahami pasar modal. Ironisnya hanya 1% masyarakat Indonesia yang benar-benar memanfaatkan keberadaan pasar modal.

Related Articles