Photo

Wall Street Melemah, Bursa Saham Asia Fluktuaktif

by Superadmin

Bursa saham Asia bergerak fluktuaktif pada perdagangan saham Rabu (20/11/2013) setelah pimpinan bank sentral Amerika Serikat The Federal Reserve Ben Bernanke mengatakan, suku bunga Amerika Serikat rendah akan berlangsung lama setelah bank sentral mengakhiri program pembelian obligasi.

Indeks saham acuan MSCI Asia Pacific turun 0,1% ke level 142,68 pukul 9.43 waktu Tokyo. Sementara itu, indeks Jepang Topix naik 0,1%. Indeks saham Australia turun 0,8%. Indeks saham Korea Selatan Kospi turun 0,4%.

Indeks saham Selandia Baru NZX turun 0,6%. Indeks saham Jepang Nikkei naik 0,5% ke level 15.201,33. Pernyataan Ben Bernanke mempengaruhi bursa saham regional dan global. Bernanke menuturkan, data ekonomi menyeluruh akan diperlukan untuk mulai menghapus stimulus.

Sebelumnya calon pengganti Bernanke, Janet Yellen mengisyaratkan kalau ekonomi Amerika Serikat belum cukup kuat untuk mengurang pembelian obligasi.

"Dia hanya menegaskan kalau langkah-langkah pelonggaran kuantatif akan terus berlanjut, tentu dalam waktu jangka pendek. Kita semua tahu kalau waktu tapering akan datang. Pertanyaannya adalah kapan, pasar berharap," tutur Kirk Hartman, Chief Invesment Officer Wells Capital Management, seperti dikutip dari Bloomberg, Rabu pekan ini.

Saham-saham yang melemah antara lain saham Australia and New Zealand Banking Group Ltd turun 1,2%. Saham Commonwealth Bank of Australia turun 0,7%. Sementara itu, saham Micronic Japan Co melonjak 11%. Saham WorleyParsons Ltd merosot 23% hal itu karena minyak terbesar di Australia memangkas estimasi laba.

Penutupan Wall Street

Bursa saham Amerika Serikat ditutup melemah pada perdagangan saham Selasa (Rabu WIB) dengan indeks Dow Jones dan S&P bergerak melemah didorong pelemahan saham Best Buy.

Indeks Dow Jones turun 8,99 poin atau 0,06% ke level 15.967,03. Indeks S&P turun 3,66 poin atau 0,20% ke level 1.787,87. Indeks Nasdaq turun 17,51 poin atau 0,44% ke level 3.931,55.

Volume perdagangan saham sekitar 5,8 miliar saham di bursa saham New York, Nasdaq, dan NYSE MKT. Angka itu sedikit di bawah rata-rata volume perdagangan saham sekitar 6,1 miliar saham.

Adapun saham Best Buy melemah karena perseroan memotong harga untuk musim liburan. Hal itu untuk menggagalkan persaingan ketat dari Wal-Mart. Langkah itu dapat menurunkan margin pada kuartal terakhir 2013

Related Articles