Photo

Koperasi, Kuda Hitam Hadapi Pasar Bebas

by Superadmin

Guna menghadapi masyarakat ekonomi Asean, maka rakyat Indonesia harus kompak untuk menghidupkan kembali koperasi. Dengan demikian, maka para pelaku bisnis dalam negeri dapat dikuatkan, agar tidak tergeser produk maupun sumber daya manusia (SDM) dari luar.

"Peragawati-peragawati batik Indonesia, bukan tidak mungkin lagi diimpor dari China, sampai dengan pelayan-pelayan restaurant," ujar Sesmen Kemenkop dan UKM, Agus Muharam, pada Talk Show Bangga Memakai Indonesia yang diselenggarakan Hippi di Dharmawangsa Square, Jakarta, Selasa (19/11/2013).

"Tapi jika mereka (para pelaku bisnis) akan masuk koperasi, mereka (pengusaha asing) tidak bisa masuk karena bukan anggota," tambah dia.

Agus menambahkan, salah satu tujuan koperasi yakni menyejahterakan anggota. Oleh karena itu, koperasi akan membantu para anggotanya untuk dapat berkembang.

"Misalnya pada kemasan produk. Pengemasan yang biasanya membutuhkan dana yang cukup besar. Jika pengemasan ini mahal, misal Rp25 juta-an, perorangan tidak bisa beli, maka koperasi ini bisa beli,"katanya.

Selain itu, Agus juga mengungkapkan bahwa penguatan kelembagaan pengembangan usaha juga harus meningkatkan kualitas produk Indonesia. "Selanjutnya, Hippi, Himpi, juga harus diperkuat baik dalam SDM maupun lembagaannya," tukas dia.

Related Articles