Photo

Yen menguat, memikat sebagai safe haven

by Superadmin

Dolar AS bergerak turun terhadap Yen dalam perdagangan Selasa (23/04) setelah data ekonomi Cina menunjukkan sector manufaktur disana mengkhawatirkan ditengah kondisi ekonomi global saat ini, hal ini semakin memperkuat dorongan investor untuk melakukan perlindungan dengan memburu asset safe haven, termasuk Yen Jepang.

Dalam perdagangan di sesi Asia, USDJPY menyentuh 98.57, level terendah sejak Jumat kemarin dari area konsolidasi di 98.79, atau turun 0.44%. USDJPY nampaknya berjuang untuk menuju ke 98.09, yang merupakan level supportnya dengan resistensi di level 99.87 yang merupakan puncak diperdagangan hari Senin.

Data ekonomi terkini sebagaimana diterbitkan oleh HSBC menyatakan bahwa indek manufaktur Cina berada di angka 50.5 untuk bulan April atau turun dari bulan Maret di angka 51.6. Melemahnya sector manufaktur ini nampaknya juga akan berlanjut di kuartal kedua tahun ini di Cina.

Pada perdagangan hari Senin, USDJPY mencoba menembus level resistensi di 100 Yen setelah pertemuan negara-negara anggota G20, menyatakan bahwa kebijakan agresif ala Jepang saat ini bisa diterima senyampang masih dalam usaha menghindari deflasi dan tidak ditujukan untuk memicu upaya kompetisi pelemahan mata uang, dalam hal ini Yen.

Disisi lain, Yen menguat tajam atas Euro dalam perdagangan EURJPY setelah Euro anjlok 0.74% ke 128.69. Euro sendiri dalam tekanan menjelang dirilisnya data PMI zona Euro hari ini. Data yang lemah akan membuat spekulasi bahwa ECB bisa jadi memangkas suku bunganya.

Sementara AS mengeluarkan data ekonomi penjualan hunian baru pada hari ini pula.

Related Articles