Photo

Dolar AS Menguat Terhadap Euro, Meski Melemah Terhadap Yen

by Superadmin

Pada perdagangan valuta asing, ketika lemahnya data ekonomi dari zona euro dan China yang memperkuat kekhawatiran atas pertumbuhan ekonomi global, hal tersebut mengakibatkan dolar AS menguat terhadap euro sentuh level tinggi 2 minggu pada hari Selasa.

Pelemahan pada euro terjadi setelah dirilisnya data indeks PMI Manufaktur Jerman turun menjadi 47.9 di bulan April dari 49.0 hasil di bulan Maret. Sementara itu, para analis telah memperkirakan bahwa indeks akan tetap berada di angka 49.0 pada bulan April. Penurunan tersebut juga disusul oleh indeks aktifitas sektor jasa Jerman yang turun menjadi 49.2 di bulan April dari 50.9 di bulan Maret, dimana para analis telah memperkirakan indeks akan naik menjadi 51.0.

Sementara itu, data pada awal perdagangan hari ini, menunjukkan bahwa data indeks PMI manufaktur China turun menjadi 50.5 pada bulan April dari 51.6 dari hasil di bulan Maret, yang mana data tersebut menunjukkan pertumbuhan bergerak lebih lambat di China.

Selama perdagangan di Eropa berlangsung pada hari ini, dolar AS telah menguat terhadap euro, poundsterling, dan Swiss franc, dengan EUR/USD melemah 0.61% di level 1.2985, GBP/USD melemah 0.44% di level 1.5221, dan USD/CHF menguat 0.69% di level 0.9406. Akan tetapi, pelemahan dolar AS terhadap yen juga terjadi selama perdagangan di Eropa berlangsung, dengan USD/JPY melemah 0.63% di level 98.62.

Sementara itu, greenback telah menguat terhadap mitra dolarnya, dengan AUD/USD melemah 0.30% di level 1.0241, NZD/USD melemah 0.28% di level 0.8397, dan USD/CAD menguat 0.20% di level 1.0277.

Pada indeks dolar, yang mana memperlihatkan performa greenback terhadap sekeranjang 6 mata uang utama, menguat 0.38% di level 83.09.

Related Articles