Photo

Selasa Sore, Rupiah Bergerak Melemah di Level Rp 9.715 / USD

by Superadmin

 Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS di pasar spot valas antar bank Jakarta, Selasa (23/4) ditutup melemah 10 poin (0,102%) ke posisi 9.725-9.730 dari posisi kemarin 9.715-9.720.  Pelemahan rupiah Selasa ini dipicu oleh pasar yang fokus pada data indeks manufaktur China versi HSBC dan manufaktur Jerman yang tidak menggembirakan.Selain itu, indeks manufaktur China turun dari 51,6 menjadi 50,5 sedangkan manufaktur Jerman turun dari 49,07 menjadi 47,9. Kondisi ini membuat pasar khawatir dengan momentum pertumbuhan ekonomi global lebih lanjut.  Sepanjang perdagangan, rupiah mencapai level terlemahnya 9.730 dengan level terkuat 9.715 dari posisi pembukaan 9.715 per dolar AS.

Negatifnya data manufaktur China  memperparah sentimen setelah pekan lalu pasar mendapatkan data Produk Domestik Bruto (PDB) China dan serangkaian data lainnya yang menunjukkan ekonomi China mengalami perlambatan pada kuartal I-2013.  Padahal, manufaktur China versi HSBC itu merupakan data untuk April-2013.  Ini menjadi sinyal bahwa perlambatan ekonomi China akan berlanjut pada kuartal II-2013.

Begitu juga dengan data manufaktur Jerman yang dirilis siang tadi.  Data tersebut membuat pasar khawatir Jerman yang merupakan ekonomi terbesar di Eropa akan mengalami resesi seperti negara anggota zona euro lainnya.  Sentimen negatif juga datang dari Presiden Italia Giorgio Napolitano yang baru terpilih kembali. Napolitano menegaskan meski dirinya sudah ditunjukan sebagai presiden, tapi akan ada kemelut lebih lanjut dari partai politik di Italia.

Sementara itu, sentimen AS cukup variatif. Penjualan rumah AS angkanya cukup negatif karena turun dari 4,95 juta menjadi 4,92 juta unit rumah. Tapi,  data tersebut tidak cukup kuat untuk mendorong pelemahan dolar AS.   Pasar lebih fokus pada data manufaktur China.  Akhirnya,  dolar AS menguat terhadap mayoritas mata uang utama termasuk terhadap euro.  Indeks dolar AS menguat ke 83,03 dari sebelumnya 82,65.  Terhadap euro, dolar AS ditransaksikan menguat ke USD 1,2972 dari sebelumnya USD 1,3060 per euro. 

Related Articles