Photo

Sesi Pertama: Aksi Jual Menekan, IHSG Terpangkas

by Superadmin

Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berkurang 12 poin terkena aksi ambil untung. Melemahnya data manufaktur China juga memicu aksi jual.  Membuka perdagangan pagi tadi, IHSG dibuka menipis 0,586 poin (0,01%) ke level 4.996,337 atas posisinya yang sudah jenuh beli pada perdagangan kemarin. Posisi indeks yang sudah cukup tinggi itu rawan profit taking.Tercatat indeks bergerak datar dalam rentang yang tipis. Aksi ambil untung, terutama di saham-saham bank unggulan, menahan laju penguatan indeks meski masih ada aksi beli selektif.  Pada penutupan perdagangan sesi I, Selasa (23/4), IHSG berkurang 12,857 poin (0,26%) ke level 4.984,066. Sementara Indeks LQ45 turun 3,081 poin (0,36%) ke level 844,290.

Tekanan aksi jual masif  terjadi di saham-saham unggulan dan lapis dua. Tujuh indeks sektoral pun jatuh ke zona merah, hanya tiga sektor yang bertahan positif.  Perdagangan hari ini berjalan moderat dengan frekuensi transaksi mencapai 84.734 kali pada volume 2,521 miliar lembar saham senilai Rp 2,592 triliun. Sebanyak 84 saham naik, sisanya 139 saham turun, dan 105 saham stagnan.

Di sisi lain, bursa-bursa di Asia seluruhnya jatuh di zona merah, bursa saham China dan Hong Kong anjlok sangat dalam. Melemahnya data manufaktur China memicu aksi jual investor regional.

Sementara kondisi bursa-bursa di Asia hingga siang hari ini antara lain: Indeks Komposit Shanghai anjlok 48,05 poin (2,14%) ke level 2.194,12, Indeks Hang Seng jatuh 270,65 poin (1,23%) ke level 21.773,72,  Indeks Nikkei 225 melemah 17,99 poin (0,13%) ke level 13.550,38, dan  Indeks Straits Times turun 16,75 poin (0,51%) ke level 3.292,17.

Sejumlah saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers di antaranya saham Goodyear (GDYR) naik Rp 500 ke Rp 15.000, Indocement (INTP) naik Rp 350 ke Rp 24.850, Sumber Energi (ITMA) naik Rp 1.900 ke Rp 11.600,  dan Garda Tujuh (GTBO) naik Rp 350 ke Rp 4.325.

Adapun  saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain  saham Semen Indonesia (SMGR) turun Rp 400 ke Rp 18.000, Polaris (PLAS) turun Rp 320 ke Rp 960, Astra Agro (AALI) turun Rp 550 ke Rp 18.150, dan Inti Bangun (IBST) turun Rp 300 ke Rp 5.650.

Related Articles