Photo

Harga minyak berakhir naik oleh faktor teknis aksi beli investor

by Superadmin

Harga minyak mentah naik bersamaan dengan kenaikan di komoditi lainnya, ditengah rasa was-was para pialang akan bayang-bayang permintaan minyak global yang melemah. Pemangkasan produksi minyak memberikan sentiment positif harga minyak saat ini.

Harga komoditi minyak mentah untuk kontrak Mei berakhir naik 75 sen atau sebesar 0.9% ke harga $88.76 per barek di bursa New York Mercantile Exchange, sempat naik hingga ke $89 diawal sesi perdagangan, meski jatuh pula hingga ke $87.55.  Untuk kontrak bulan Juni, harga minyak mentah naik 92 sen ke harga $89.19 per barel.

Setelah jatuh pada minggu lalu, harga minyak mentah berbalik arah naik atas aksi beli yang didorong oleh faktor teknis dimana kondisi jenuh jual membuat sebagian pelaku pasar masuk kembali untuk membeli posisi baru ditopang dengan melemahnya Dolar AS. Ditengah tekanan jatuhnya harga minyak mentah, diperkirakan kenaikan harga minyak saat ini bisa kembali membawa harga minyak di harga $92 per barel sebelum akhirnya berbalik terkoreksi kembali.

Harga minyak mentah naik juga didorong sentiment fundamental dimana pejabat Venezuela di dalam Organization of the Petroleum Exporting Countries (OPEC) melaporkan bahwa kartel minyak tersebut akan melakukan pertemuan darurat guna membicarakan jatuhnya harga minyak saat ini. Meski demikian, sebelumnya di hari Jumat harga minyak tetap naik meski pejabat OPEC lain masih menyangkal akan adanya rencana pertemuan ini.

Gubernur OPEC, Ali Obaid dari UAE menyatakan bahwa OPEC masih akan membatasi produksi mereka sebesar 30 juta barel per hari,produksi dimana menurut mereka sudah cukup memenuhi permintaan minyak dunia. Ali Obaid juga menegaskan bahwa mereka belum berencana melakukan pertemuan mendadak, namun memang dijadwalkan akan mengadakan pertemuan pada 31 Mei nanti.

Dengan posisi Uni Emirat Arab, Arab Saudi dan Kuwait yang signifikan di kartel ini, maka tanpa apabila ketiga Negara ini belum memutuskan untuk memangkas produksinya, diperkirakan OPEC masih akan tetap produksinya.

Sementara minyak mentah jenis Brent di bursa IFE London  berakhir naik kembali diatas $100 per barel, dengan naik 74 sen atau 0.7%, ke $100.39. Harga minyak Brent diatas $100 per barel nampaknya menjadi tujuan dari Arab Saudi untuk mempertahankan produksinya saat ini, tanpa dan dengan dukungan OPEC sekalipun, Arab akan memangkas produksinya agar harga tetap diatas $100 per barel. Tahun lalu, Arab Saudi meningkatkan produksinya, meski OPEC sendiri memangkasnya.

Data ekonomi AS disisi lain memberikan sentiment yang menekan harga minyak naik, angka penjualan rumah bekas AS yang menurun dan pendapatan Caterpillar Inc. juga jatuh sehingga memberikan rasa khawatir akan angka permintaan minyak. Penjualan rumah bekas untuk bulan Maret turun 0.6%  menjadi 4.92 juta. Harapan pasar akan naik 5.03 juta. Sementara pendapatan Caterpillar turun 45%

Related Articles